HUAAAIII!!!!
Akhirnya gue punya bahan buat ditulis di blog yang udah berdebu ini!!
Kali ini gue mau bercerita tentang pengalaman solo trip gue ke Singapore tanggal 9-11 Maret 2018 kemarin. Solo dalam artian gue ngerencanain semua dan pulang-pergi sendiri. Masalah di sananya ternyata ketemu temen dan ikut agenda temen, yaaa anggap aja itu berkah perjalanan. Hahahaa.
Ceritanya, di tanggal 11 Maret gue ulang tahun. Seperti biasa, gue harus belajar satu hal baru di umur baru. Berkebun, nyoba belajar saham, dll merupakan contoh resolusi ulang tahun yang pernah gue lakukan. Perkara lanjut apa nggaknya, yaaa liat aja. Yang penting kan gue udah belajar sesuatu yang baru. Naaah, di tahun ini, solo trip adalah resolusi gue. Kenapa solo trip? Karena katanya dengan solo trip, kita jadi bisa lebih bertanggung jawab sama hidup kita dan kreatif menghadapi masalah yang menghadang, karena kita ga punya siapa pun di sebelah kita buat bantu. Hahahaha. Kesannya menantang banget ya? Padahal, apakah kenyataannya gitu? Nggak juga. Nanti bakal tau ceritanya deh.
Itinerary gue bukan itinerary orang yang nge-trip ke Singapore biasanya, karena ini sebenarnya kali ke-4 gue ke Singapore dan gue emang nggak menyasar wisata belanja, kuliner, atau tempat-tempat wisata yang lagi booming (kecuali Gardens by the Bay karena gue belum pernah ke sana). Gue berencana lebih santai dan berfokus ke area hijaunya Singapore. Singapore, walau negara kecil dan metropolis, juga jor-joran membangun taman lho, dan tamannya ini nggak main-main, sampai menyerupai hutan juga. Pada kunjungan gue di 2009, gue sampe yang ter-wow-wow banget sama Jurong Bird Park-nya yang super duper hijau dan... gue nggak ngerti sampai sekarang ya... burung-burung bisa bebas terbang di langit Bird Park-nya tanpa jaring atau pengaman apa pun tapi nggak kabur dari situ. Heran gue, kok bisa. Apa karena mereka puas sama makanan di bird park-nya ya, sampe betah gitu? Selain Jurong Bird Park, masih banyak tempat hijau lain seperti Southern Ridges dan Singapore Botanic Garden yang guedeee buanget dan terkenal sama National Orchid Garden-nya yang punya nama-nama anggrek dari tokoh-tokoh politik dunia. Itinerary awal gue yang gue rancang sendiri sebenarnya udah super santai dan yang pasti irit. Namun pada kenyataannya, banyak rencana gue meleset baik karena waktu maupun kekuatan kaki (lalala) tapi malah jadi lebih baik dari rencana gue karena gue dibantu dua temen gue yang permanent resident Singapore yang lebih ngerti Singapore--see? solo trip gue sangat tidak mandiri kan?--jadi.... gue share itinerary gue yang jadi kenyataan aja yaa...
INI ITINERARY GUE (YANG JADI KENYATAAN)
Jumat, 9 Maret 2018
Landing kira-kira jam 2 siang di T4 Changi
Makan siang di Changi Staff Canteen T2 yang katanya murah dan enak
Ke Bugis, Parkview Square alias gedung Batman, tempat kerja teman yang emang tourist spot dengan Atlas Bar-nya yang bergaya The Great Gatsby
Jalan-jalan ke daerah Raffles Place buat ngeliat keramaian di sekitar situ dan berakhir di Marina Bay Sands untuk ngeliat Spectra
Sabtu, 10 Maret 2018
Jalan pagi menyusuri Mount Faber-Henderson Wave-Southern Ridges dan makan pagi di Ikea Alexandra Rd.
Ke Gardens by the Bay terutama ke Flower Dome dan Cloud Forest
Ke Sri Mariamman Temple dan Buddha Tooth Relic Temple di kawasan Chinatown
Makan malam di Plaza Singapura Dhoby Ghaut bareng temen
Minggu, 11 Maret 2018
Beli oleh-oleh di Chinatown
Makan siang di Singapore Botanic Garden dan ke National Orchid Garden-nya
Masuk T4 Changi lebih cepat buat jalan-jalan di bagian Departure dan nonton drama peranakan trus pulang deh.
![]() |
| Pengin liat Supertree Grove di Gardens by the Bay serta kawan-kawannya. Sumber: http://www.gardensbythebay.com.sg |
![]() |
| The Halia, restoran yang populer di Singapore Botanic Garden. Sumber: https://www.sbg.org.sg |


